Rencana Lelang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara Seri SPN-S 13072016 (reopening), PBS006 (reopening), PBS009 (reopening), PBS011 (reopening), dan PBS012 (new issuance) pada hari Selasa, tanggal 26 Januari 2016

Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 26 Januari 2016. Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S dan SBSN PBS berbasis proyek (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2016. Berikut pokok-pokok terms & conditions  SBSN yang akan dilelang:

 

Terms & Conditions

Seri Surat Berharga Syariah Negara

SPN-S

13072016

PBS006

PBS009

PBS011

PBS012

Tanggal Jatuh Tempo

13 Jul 2016

15 Sep 2020

25 Jan 2018

15 Agt 2023

15 Nov 2031

Imbalan

Diskonto

8,25000%

7,75000%

8,75000%

Fixed rate

Underlying Asset

BMN berupa tanah dan bangunan

Proyek/Kegiatan dalam APBN tahun 2016

Tanggal Lelang

26 Januari 2016

Tanggal Setelmen

28 Januari 2016

Alokasi Pembelian Non-kompetitif

20% dari jumlah yang dimenangkan

30% dari jumlah yang dimenangkan

Target Indikatif

 Rp4.000.000.000.000,00

Peserta Lelang

Bank: (1) PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk (2) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (3) PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (4) PT. Bank Permata, Tbk (5) PT. Bank Panin, Tbk (6) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (7) PT. Bank OCBC NISP, Tbk (8) Standard Chartered Bank (9) PT. Bank CIMB Niaga, Tbk (10) PT. Bank Internasional Indonesia, Tbk (11) Citibank N.A (12) PT. Bank Negara Indonesia Syariah (13) PT. Bank Central Asia, Tbk (14) Deutsche Bank AG (15) J.P. Morgan Chase Bank, N.A. (16) PT. Bank BNP Paribas Indonesia (17) PT. Bank Syariah Mandiri (18) PT. Bank BRISyariah

Perusahaan Efek: (1) PT. Danareksa Sekuritas (2) PT. Mandiri Sekuritas (3) PT. Trimegah Securities, Tbk (4) PT. Bahana Securities

 

Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 05/PMK.08/2012 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Perdana Dalam Negeri Dengan Cara Lelang, lelang SBSN jangka panjang (seri PBS) dapat diikuti oleh Peserta Lelang dengan mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan non-kompetitif, serta Lembaga Penjamin Simpanan dengan mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif. Sedangkan lelang SBSN jangka pendek (seri SPN-S) dapat diikuti oleh Peserta Lelang dengan mengajukan penawaran pembelian kompetitif, serta Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan dengan mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan.

Lelang dibuka hari Selasa tanggal 26 Januari 2016 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal
28 Januari 2016 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2). Ketentuan mengenai pelaksanaan lelang termasuk penghitungan nilai setelmen diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 05/PMK.08/2012.

SBSN seri SPN-S akan diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale & Lease Back, dan telah mendapat pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor B-250/DSN-MUI/VII/2011. Sedangkan SBSN seri PBS menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, dan telah mendapat pernyataan kesesuaian syariah dari DSN-MUI nomor
B-234/DSN-MUI/VI/2012.

Underlying asset untuk penerbitan seri SPN-S menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR R.I. dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2
ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara Yang berasal Dari Barang Milik Negara. Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2016 yang telah mendapat persetujuan DPR R.I. melalui UU No. 14 Tahun 2015 tentang APBN Tahun Anggaran 2016 pada Pasal 23 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Bertindak sebagai penerbit SBSN adalah Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia yang merupakan badan hukum yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan didirikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2008 khusus untuk menerbitkan SBSN.

Pengumuman lelang ini dapat dilihat di www.kemenkeu.go.id dan www.djppr.kemenkeu.go.id atau menghubungi Direktorat Pembiayaan Syariah melalui telepon (021) 3516296.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

 

                        

File Terlampir
Displaying 1-1 of 1 result.

SP Rencana Lelang SBSN 26 Januari 2016

Posted by Tius on Jan 19,2016 15:47:43