Dukungan Bank Dunia dan IMF dalam Penyusunan Kerangka Kerja Sovereign Asset Liability Management di Indonesia

Dalam rangka memberikan dukungan terhadap implementasi Sovereign Asset Liability Management (SALM) di Indonesia, Bank Dunia bersama IMF kembali memberikan asistensi untuk persiapan implementasi SALM antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Misi tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 – 31 Agustus 2017 melalui program Government Debt and Risk Management yang didanai oleh Pemerintah Swiss (State Secretariat for Economic Affairs – SECO). Asistensi sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan Januari 2017.

Proses koordinasi SALM antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia saat ini telah sampai pada tahap penyusunan konsep kerangka kerja koordinasi. Sebelumnya di tahun 2016 telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tentang Koordinasi dalam rangka Penyusunan Kerangka Kerja Sovereign Asset Liability Management Indonesia. Sebagaimana diamanatkan dalam Nota Kesepahaman tersebut, di tahun 2017 akan disusun Perjanjian Kerja Sama yang memuat rincian kerangka kerja koordinasi SALM.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan asistensi Bank Dunia dan IMF, pada tanggal 30 Agustus 2017 telah dilaksanakan mini workshop dengan mengundang perwakilan Bank Indonesia, Direktorat Surat Utang Negara-DJPPR dan Direktorat Strategi dan Portofolio Pembiayaan-DJPPR. Narasumber dalam mini workshop tersebut adalah Lars Jessen dan Rodrigo Cabral dari Bank Dunia, serta Peter Stella dan Guilherme Pedras dari IMF.

Materi mini workshop berkaitan dengan penerapan ALM dari sisi posisi utang dan cadangan devisa (FX ALM) sekaligus bentuk koordinasinya serta penerapan konsep SALM, khususnya dari sisi bank sentral. Selain itu Tim Bank Dunia-IMF memberikan masukan terhadap Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani serta konsep Perjanjian Kerja Sama yang telah disusun. Substansi konsep Perjanjian Kerja Sama diharapkan dapat lebih spesifik, khususnya berkaitan dengan pengelolaan eksposur risiko secara bersama.

Pelaksanaan workshop sekaligus asistensi bersama antara Bank Dunia-IMF tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman bersama mengenai konsep SALM dan mendorong penyelesaian penyusunan kerangka kerja SALM. Koordinasi SALM diharapkan dapat segera diimplementasikan pada tahun 2018 sebagai upaya pengelolaan risiko keuangan negara secara holistik dan untuk menjaga kesinambungan fiskal dan moneter.

Posted by Dit. PRKN on Sep 05,2017 11:33:50