Hasil Penjualan Sukuk Negara Tabungan Seri ST-002 Yang Ditawarkan Secara Online

Jakarta, 27 November 2018 Pada hari ini, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) atas nama Menteri Keuangan melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Sukuk Negara Tabungan (ST) seri ST-002. ST-002 merupakan seri ST pertama yang penjualannya dilakukan secara online (e-SBN) bekerja sama dengan 11 (sebelas) Mitra Distribusi (Midis), terdiri dari 6 bank umum, 1 perusahaan efek, 2 perusahaan efek khusus (APERD financial technology), dan 2 perusahaan financial technology (peer-to-peer lending).

Total volume pemesanan pembelian ST-002 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp4.945.682.000.000,00 (empat triliun sembilan ratus empat puluh lima miliar enam ratus delapan puluh dua juta rupiah). Dana hasil penjualan ST-002 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2018, termasuk untuk membiayai proyek-proyek Pemerintah.

Adapun pokok-pokok persyaratan dan ketentuan Sukuk Negara Tabungan seri ST-002 yang diterbitkan oleh Pemerintah adalah sebagai berikut:

1.

Nominal Penerbitan

Rp4.945.682.000.000,00

2.

Tanggal Penerbitan / Setelmen

29 November 2018

3.

Tanggal Jatuh Tempo

10 November 2020

4.

Bentuk dan Karakteristik
Sukuk Negara

Tanpa warkat, tidak dapat diperdagangkan (non-tradable), tidak dapat dilikuidasi/dicairkan sampai dengan jatuh tempo kecuali pada periode early redemption

5.

Jenis Imbalan/Kupon

Mengambang dengan Imbalan/Kupon minimal (floating with floor) dengan Tingkat Imbalan Acuan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate

6.

Tingkat Imbalan/Kupon

  1. Tingkat Imbalan/Kupon untuk periode 3 bulan pertama (29 November – 10 Februari 2019) adalah sebesar 8,30%, berasal  dari Tingkat Imbalan Acuan yang berlaku pada saat penetapan Imbalan/Kupon yaitu sebesar 5,75% ditambah  spread tetap sebesar 255 bps (2,55%).
  2. Tingkat Imbalan/Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada tanggal penyesuaian imbalan sampai dengan Jatuh Tempo.
  3. Penyesuaian Tingkat Imbalan/ Kupon didasarkan pada Tingkat Imbalan Acuan ditambah spread tetap 255 bps (2,55%).
  4. Tingkat Imbalan/Kupon sebesar 8,30% adalah berlaku sebagai tingkat Imbalan/Kupon minimal (floor) dan Imbalan tingkat /Kupon minimal tidak berubah sampai dengan Jatuh Tempo.

 

7.

Tanggal Pembayaran Imbalan/Kupon

Setiap tanggal 10 setiap bulannya

Dalam hal Tanggal Pembayaran Imbalan/Kupon bukan pada hari kerja, maka pembayaran Imbalan/Kupon dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi Imbalan/Kupon. Hari kerja adalah hari dimana operasional sistem pembayaran diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

8.

Pembayaran Imbalan/Kupon Pertama Kali (Long Coupon)

10 Januari 2019

9.

Tanggal Mulai Berlakunya Periode Imbalan/Kupon

11 Februari, 11 Mei, 11 Agustus, dan 11 November setiap tahun

10.

Tanggal Penyesuaian Imbalan/Kupon

3 hari kerja (hari kerja Pemerintah) sebelum tanggal mulai berlakunya imbalan/kupon

11.

Periode Pengajuan Pencairan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption)

Pembukaan: 28 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB

Penutupan: 5 November 2019 pukul 14.00 WIB

12.

Tanggal Setelmen Early Redemption

11 November 2019

13.

Nilai Maksimal Early Redemption

50% dari setiap transaksi pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing Mitra Distribusi

 

Penjualan ST-002 menjangkau 16.477 investor di seluruh provinsi di Indonesia, dengan investor baru    e-SBN (yang belum pernah memesan SBR003 dan SBR004) sebanyak 11.591 investor. Adapun profil investor Sukuk Negara Tabungan seri ST-002 adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah investor terbesar adalah yang melakukan pembelian pada rentang Rp1 juta – Rp100 juta, yang mencapai 59,55%.
  2. Berdasarkan usia, jumlah investor dari generasi Milenial (lahir tahun 1980 – 2000, usia saat ini 18 – 38 tahun) mendominasi dengan porsi mencapai 44,61% dari total jumlah investor, atau sebanyak 7.350 investor. Adapun dari sisi volume pembelian, kelompok Baby Boomers (lahir 1946 – 1964, usia saat ini 54 – 72 tahun) adalah terbesar, yang mencapai 45,44% dari total volume pembelian, atau sebesar Rp2,25 triliun.
  3. Jumlah investor terbesar berdasarkan kelompok pekerjaan adalah Pegawai Swasta yang mencapai 36,49%, selanjutnya kelompok Wiraswasta dan PNS/ TNI/ Polri yang masing-masing mencapai 18,72% dan 11,71%. Adapun volume pembelian terbesar berdasarkan kelompok pekerjaan adalah Wiraswasta yang mencapai 35,03%, disusul oleh Pegawai Swasta dan Ibu Rumah Tangga yang masing-masing mencapai 26,46% dan 14,10%.
  4. Jumlah nominal pembelian ST-002 terbesar berdasarkan wilayah adalah wilayah DKI Jakarta yang mencapai Rp2,26 triliun (45,63%), sedangkan wilayah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta mencapai Rp2,20 triliun (44,56%), dan wilayah Indonesia Bagian Tengah mencapai Rp452,31 miliar (9,15%).
  5. Rata-rata volume pembelian per investor adalah sebesar Rp300,13 juta.

Sebaran jumlah investor ST-002 berdasarkan kelompok usia dan pekerjaan yang lebih rinci adalah sebagai berikut:

Kelompok

Nominal Pembelian (%)

Jumlah Investor (%)

 Usia*

1.

 Generasi Tradisionalis (1928 – 1945) / 73 – 90 tahun

4,82 

2,10 

2.

 Generasi Baby Boomers (1946 – 1964) / 54 – 72 tahun

45,44 

23,85 

3.

 Generasi X (1965 – 1979) / 39 – 53 tahun

33,67 

29,36 

4.

 Generasi Milenial (1980 – 2000) / 18 – 38 tahun

16,05 

44,61 

5.

 Generasi Z (>2000) / <18 tahun

0,02 

0,08 

 Pekerjaan

1.

 Pegawai Swasta

26,46 

 36,49 

2.

 Wiraswasta

35,03 

 18,72 

3.

 PNS/ TNI/ Polri

6,92 

 11,71 

4.

 Ibu Rumah Tangga

14,10 

 10,29 

5.

 Pelajar/ Mahasiswa

1,80 

 7,68 

6.

 Pensiunan

6,06 

 4,41 

7.

 Pegawai Otoritas/ Lembaga/ BUMN/ BUMD

0,70 

 1,89 

8.

 Profesional

0,77 

 0,95 

9.

 Lainnya

8,16 

7,86 

*Pembagian usia generasi mengacu pada Sprague (2008), Casey and Denton (2006)

Beberapa capaian atas penjualan ST-002 adalah sebagai berikut:

  1. Total pembelian ST-002 mengalami oversubscribe sekitar 2,9 kali dari target awal yang disampaikan oleh seluruh Mitra Distribusi sebesar Rp1,71 triliun.
  2. Dari 16.477 investor ST-002, generasi Milenial mendominasi sebesar 44,61% atau sebanyak 7.350 investor.
  3. Realisasi penerbitan ST-002 melalui sistem online pada tahun 2018 mencapai Rp4,95 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan penerbitan ST-001 pada tahun 2016 sebesar Rp2,59 triliun.

Selama tahun 2018, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak 5 Instrumen SBN Ritel (ORI015, SBR003, SBR004, SR-010, ST-002) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp46,01 triliun. Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.

 

Informasi lebih lanjut:

Direktorat Pembiayaan Syariah
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Kementerian Keuangan
Telp. (021) 3505052 ext 2502, 3515296
Fax. (021) 3510728

File Terlampir
Displaying 1-1 of 1 result.

Keterangan Pers Hasil Penjualan ST-002

Posted by on Nov 27,2018 16:08:14