Generasi Milenial Dominasi 44,61% Investor Sukuk Negara Tabungan Seri ST-002

Jakarta, – Pada Selasa (27/11), Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman menetapkan Hasil Penjualan Sukuk Negara Tabungan (ST) seri ST-002. ST-002 merupakan seri ST pertama yang penjualannya dilakukan secara online (e-SBN) bekerja sama dengan 11 (sebelas) Mitra Distribusi (Midis), terdiri dari 6 bank umum, 1 perusahaan efek, 2 perusahaan efek khusus (APERD financial technology), dan 2 perusahaan financial technology (peer-to-peer lending).

Total volume pemesanan pembelian ST-002 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp4.945.682.000.000,00 (empat triliun sembilan ratus empat puluh lima miliar enam ratus delapan puluh dua juta rupiah). Dana hasil penjualan ST-002 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2018, termasuk untuk membiayai proyek-proyek Pemerintah.

Penjualan ST-002 menjangkau 16.477 investor di seluruh provinsi di Indonesia, dengan investor baru    e-SBN (yang belum pernah memesan SBR003 dan SBR004) sebanyak 11.591 investor. Adapun profil investor Sukuk Negara Tabungan seri ST-002 adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah investor terbesar adalah yang melakukan pembelian pada rentang Rp1 juta – Rp100 juta, yang mencapai 59,55%.
  2. Berdasarkan usia, jumlah investor dari generasi Milenial (lahir tahun 1980 – 2000, usia saat ini 18 – 38 tahun) mendominasi dengan porsi mencapai 44,61% dari total jumlah investor, atau sebanyak 7.350 investor. Adapun dari sisi volume pembelian, kelompok Baby Boomers (lahir 1946 – 1964, usia saat ini 54 – 72 tahun) adalah terbesar, yang mencapai 45,44% dari total volume pembelian, atau sebesar Rp2,25 triliun.
  3. Jumlah investor terbesar berdasarkan kelompok pekerjaan adalah Pegawai Swasta yang mencapai 36,49%, selanjutnya kelompok Wiraswasta dan PNS/ TNI/ Polri yang masing-masing mencapai 18,72% dan 11,71%. Adapun volume pembelian terbesar berdasarkan kelompok pekerjaan adalah Wiraswasta yang mencapai 35,03%, disusul oleh Pegawai Swasta dan Ibu Rumah Tangga yang masing-masing mencapai 26,46% dan 14,10%.
  4. Jumlah nominal pembelian ST-002 terbesar berdasarkan wilayah adalah wilayah DKI Jakarta yang mencapai Rp2,26 triliun (45,63%), sedangkan wilayah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta mencapai Rp2,20 triliun (44,56%), dan wilayah Indonesia Bagian Tengah mencapai Rp452,31 miliar (9,15%).
  5. Rata-rata volume pembelian per investor adalah sebesar Rp300,13 juta.

Beberapa capaian atas penjualan ST-002 adalah sebagai berikut:

  1. Total pembelian ST-002 mengalami oversubscribe sekitar 2,9 kali dari target awal yang disampaikan oleh seluruh Mitra Distribusi sebesar Rp1,71 triliun.
  2. Dari 16.477 investor ST-002, generasi Milenial mendominasi sebesar 44,61% atau sebanyak 7.350 investor.
  3. Realisasi penerbitan ST-002 melalui sistem online pada tahun 2018 mencapai Rp4,95 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan penerbitan ST-001 pada tahun 2016 sebesar Rp2,59 triliun.

Selama tahun 2018, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak 5 Instrumen SBN Ritel (ORI015, SBR003, SBR004, SR-010, ST-002) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp46,01 triliun. Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.

 

Posted by Andi Abdurrochim on Dec 04,2018 17:08:51