Maksimalisasi Multiplier Effect Tol Trans Sumatera melalui Skema Value Capture

Jakarta 12/12/2018 – PT Hutama Karya terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dengan 6 rute prioritas sepanjang 495km yang ditargetkan untuk selesai pada tahun 2019. Selain mendapatkan dukungan dari pemerintah, PT Hutama Karya juga turut menyusun kajian value capture untuk mengukur nilai dan potensi manfaat yang dapat diperoleh dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

Dalam rangka memperdalam kajian value capture tersebut, DJPPR dan PT Hutama Karya menggelar focus group discussion (FGD) Penerapan Skema Value Capture pada Jalan Tol Trans Sumatera di Batam tanggal 6 Desember 2018. FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan dari unit kementerian terkait serta pemerintah daerah di pulau Sumatera.

Pada sesi pertama FGD tersebut, PT Hutama Karya memberikan penjelasan awal tentang penyelarasan penerapan skema value capture dengan peran PT Hutama Karya yang semakin luas. Selanjutnya, PT Hutama Karya juga menjelaskan tentang bermacam potensi & kesempatan industri di pulau Sumatera, pentingnya peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dampak perekonomian jalan Tol Trans Sumatera, serta identifikasi skema value capture yang sesuai. Penjelasan awal PT Hutama Karya tersebut kemudian disusul dengan diskusi panel dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Utara, Bappeda Provinsi Lampung, serta Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

FGD tersebut dilanjutkan pada sesi kedua dengan penjelasan teknis dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) selaku konsultan yang ditunjuk PT Hutama Karya. Dalam sesi kedua tersebut, PT IIF membahas lebih dalam terkait potensi dan penerapan skema value capture Tol Trans Sumatera. Selain itu, perwakilan dari Direktorat Jenderal Pajak juga turut menjelaskan perkembangan realisasi penerimaan pajak di Pulau Sumatera serta pengaruh jalan Tol Trans Sumatera terhadap penerimaan pajak.

Hasil dari FGD tersebut diharapkan dapat memperlancar penerapan skema value capture pada jalan Tol Trans Sumatera melalui kajian yang diperdalam serta peningkatan koordinasi antar pihak terkait, khususnya antara pemerintah pusat dan daerah serta antar BUMN.

Posted by Dit. PRKN on Dec 13,2018 08:33:19