Dukungan DJPPR dalam Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Pelaporan Hibah di Indonesia


Oleh: , 02-Nov-2016

Sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan hibah di Indonesia, DJPPR kembali menyelenggarakan acara Diseminasi Mekanisme Pengelolaan dan Sistem Akuntansi Hibah pada Hari Rabu, tanggal 26 Oktober 2016 bertempat di Gedung Keuangan Negara Semarang I.

Transparansi dan akuntabilitas pelaporan hibah di Indonesia akan meningkat seiring meningkatnya pemahaman Kementerian/Lembaga tentang mekanisme pengelolaan hibah termasuk pertanggungjawaban akuntansinya. Selain itu dalam kesempatan yang sama juga disampaikan update peraturan-peraturan terkait pengelolaan dan akuntansi hibah.

Acara pembukaan dilakukan oleh Direktur Evaluasi, Akuntansi dan Setelmen, Widjanarko. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi diseminasi oleh para narasumber dari Pejabat di lingkungan DJPPR yakni Widjanarko, Fatati Sri Wahyuni (Kepala Subdirektorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan) dengan moderator Hedriansyah (Kepala Seksi Akuntansi Hibah). Agar semakin komprehensif, DJPPR juga menghadirkan narasumber dari Program Officer of JICA Indonesia Office, Juni Melani.

Adapun peserta diseminasi meliputi Kementerian/Lembaga, TNI/POLRI, dan Pemerintah Daerah. Adapun jumlah peserta yang hadir sebanyak 146 orang. Seluruh peserta diseminasi secara aktif mengikuti jalannya acara hingga penutupan.

Presentasi sesi pertama disampaikan oleh narasumber Widjanarko yang menyampaikan materi tentang Mekanisme Pengelolaan Hibah. Hal-hal yang disampaikan melalui presentasi tersebut antara lain: dasar hukum dan prinsip penerimaan hibah, klasifikasi hibah, mekanisme pertanggungjawaban hibah. Secara khusus juga disampaikan materi terkait dengan pengelolaan hibah dalam rangka Pilkada sebagai persiapan penyelenggaraan Pilkada Serentak pada bulan Februari 2017. Sementara Narasumber kedua, Fatati Sriwahyuni menyampaikan materi tentang Sistem Akuntansi Hibah yang meliputi akuntansi dan pelaporan hibah, konfirmasi hibah dan potensi temuan BPK. Selanjutnya Narasumber ketiga, Juni Melani menyampaikan materi tentang Skema Penyaluran Hibah Non Proyek di JICA.

Sesi terakhir merupakan sesi tanya jawab. Pada sesi ini panitia membuka dua alternative penyampaian pertanyaan dari peserta yakni disampaikan secara tertulis ataupun langsung disampaikan secara lisan. Peserta secara antusias menyampaikan pertanyaan, baik terkait materi yang disampaikan dalam diseminasi maupun terkait permasalah pengelolaan hibah yang ditemui oleh peserta diseminasi. Selanjutnya narasumber secara bergantian menyampaikan jawaban dan tanggapan yang saling melengkapi satu sama lain. Dalam kesempatan tersebut para peserta juga menyampaikan apresiasinya kepada DJPPR atas kerjasamanya yang sangat baik selama ini dan sangat berharap agar diseminasi hibah tetap dilakukan secara periodik dan berkelanjutan sebagai forum diskusi dan penyampaian isu-isu terbaru terkait hibah.

Acara Penutupan disampaikan oleh Direktur Evaluasi, Akuntansi dan Setelmen mewakili DJPPR. Pada kesempatan tersebut disampaikan terimakasih kepada seluruh peserta diseminasi yang telah berpartisipasi aktif dalam acara diseminasi.