Menggali Lesson Learned Fast Track Program Tahap 1 (FTP-1)


Oleh: DJPPR5, 25-Okt-2018

Jakarta, 25/10/2018 - Fast Track Program tahap 1 (FTP-1) merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka percepatan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan. Program FTP-1 telah dimulai sejak tahun 2006 dengan target daya yang dihasilkan sebesar 10.000 megawatt (MW). Untuk melaksanakan program tersebut, Pemerintah telah menugaskan PT PLN sebagai BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan. Hingga saat ini, FTP-1 telah menghasilkan daya sebanyak 9.640 MW, dengan target penyelesaian pada tahun 2019 dan target akhir yang disesuaikan menjadi 9.927 MW.

Dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan program FTP-1, DJPPR melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Lesson Learned FTP-1 pada tanggal 23 Oktober 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta. Pelaksanaan FGD tersebut merupakan bagian dari dukungan Asian Development Bank (ADB) melalui technical assistance (TA) “Strengthening Fiscal Risk Management of Accelerated Infrastructure Delivery” yang telah diberikan kepada DJPPR sejak tahun 2016.

FGD tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian BUMN, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN, serta akademisi, serta dihadiri oleh stakeholders pelaksanaan program FTP-1. Secara umum, narasumber menjelaskan pelaksanaan FTP-1 dari sudut pandang masing-masing.

Kementerian ESDM selaku regulator kebijakan sektor ketenagalistrikan menjelaskan mengenai keterkaitan proyek FTP-1 dengan strategi infrastruktur di sektor ketenagalistrikan, serta permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program FTP-1. Sedangkan Kementerian BUMN memberikan sudut pandang dari sisi perannya dalam corporate financial strategy PT PLN pada pelaksanaan FTP-1, khususnya dalam memberikan fasilitas pendanaan.

PT PLN sebagai pelaksana penugasan program FTP-1 memberikan pemaparan mengenai progress pelaksanaan FTP-1, lesson-learned dari sisi PT PLN, serta strategi-strategi PT PLN untuk meningkatkan kinerja pembangkit FTP-1. Selanjutnya sesi terakhir yang dipaparkan oleh pihak akademisi dari Universitas Indonesia sebagai peneliti independen lebih menyoroti mengenai review atas dampak pembangunan FTP-1 terhadap sektor ketenagalistrikan serta manfaat ekonominya.

Hasil dari FGD tersebut diharapkan dapat meningkatkan sinergi antar stakeholders dalam meningkatkan kinerja pengembangan program infrastruktur ketenagalistrikan. Selain itu diharapkan dapat menjadi input bagi pengembangan kebijakan pada sektor ketenagalistrikan, termasuk yang berkaitan dengan fasilitas fiskal yang diberikan melalui Kementerian Keuangan.