Saving In Style, Secantik Batik

Jakarta, 5 September 2019 – Batik merupakan salah satu kain tradisional Indonesia yang paling berharga, dan pembuatannya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Beberapa tahun belakangan, popularitas batik di mata masyarakat Indonesia semakin meningkat, baik di kalangan tua maupun muda. Terdapat banyak alasan mengapa popularitas batik semakin naik, salah satunya adalah alasan investasi.

Selain sebagai koleksi pakaian yang fashionable, batik bagi para kolektor juga dianggap bisa menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan, layaknya sebuah lukisan. Alasannya, karena batik merupakan karya seni yang tinggi sehingga pasar kain batik sangat luas sampai ke mancanegara.  Tidak sedikit orang mengumpulkan kain batik kuno untuk kemudian dijual kembali.

Jenis batik yang memiliki nilai jual tinggi dan biasanya dijadikan investasi adalah jenis batik tulis. Nilai sejarah kain batik tulis sangat panjang dan dapat ditelusuri sejak ratusan tahun lalu. Berbeda dengan batik modern yang sering dibuat dengan teknik cetak digital, jenis batik tulis melalui proses pembuatan yang panjang. Hal inilah yang menyebabkan batik tulis dapat memiliki nilai jual tinggi sebagai salah satu investasi berbentuk karya seni.

Investasi merupakan hal yang sangat krusial demi masa depan dan saat ini investasi tersedia dalam berbagai bentuk, bukan hanya dalam bentuk koleksi karya seni. Memasuki bulan September 2019, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan penjualan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel khusus kepada investor individu WNI secara online (e-SBN) dengan tingkat kupon mengambang yaitu Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008.

SBR008 ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan masyarakat. Dengan tingkat kupon minimal mengambang (floating with floor) sebesar 7,20%, SBR008 memiliki tenor 2 (dua) tahun dengan pemesanan minimal Rp 1 juta. Proses pemesanan pembelian dapat dilakukan secara online di aplikasi yang disediakan Mitra Distribusi melalui 4 tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi.

Saat ini masyarakat sudah semakin mudah dalam melakukan pembayaran SBR008 dan instrumen investasi Pemerintah lainnya dengan ditambahnya tiga kanal pembayaran baru yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai lembaga persepsi (Bukalapak, Tokopedia dan Finnet) sehingga total bank/pos/lembaga persepsi yang dapat melayani pembayaran pembelian SBR menjadi 86 perusahaan.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di SBR008 dapat segera melakukan registrasi dengan cara menghubungi Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online). Pada masa penawaran SBR008, terdapat 22 Mitra Distribusi yang terdiri dari 13 Bank, 4 Perusahaan Efek, 3 Perusahaan Efek Khusus (APERD Fintech), dan 2 Perusahaan Fintech Peer-to-Peer Lending.

Untuk info lebih lanjut dapat ditemukan di https://www.kemenkeu.go.id/sbr

 

PELUNCURAN SAVINGS BOND RITEL (SBR) SERI SBR008

Jakarta, 5 September 2019 – Di tahun 2019 ini, Pemeritah meningkatkan frekuensi penerbitan produk investasi SBN ritel dengan tujuan untuk meningkatkan basis investor di dalam negeri dan memberikan alternatif produk investasi bagi masyarakat. Memasuki bulan September 2019, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan penjualan produk Surat Utang Negara (SUN) ritel kepada investor individu secara online (e-SBN) dengan tingkat kupon mengambang, yaitu Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008.

Peluncuran SBR008, yang dilaksanakan tanggal 5 September 2019 di Patio Venue, Jakarta ini, mengusung tema “Saving in Style, Secantik Batik”. Acara ini dikemas dalam bincang eksklusif yang tidak hanya menjelaskan pentingnya investasi bagi masa depan, namun juga memperkenalkan keindahan batik nusantara yang kini memiliki nilai jual tinggi. Peluncuran SBR008 secara resmi ditandai dengan penggoresan canting bermalam di atas kain.

SBR008 ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SUN ritel, serta memperluas basis investor dalam negeri dengan menyediakan alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan dengan masa penawaran 5-19 September 2019. Dengan tingkat kupon minimal mengambang (floating with floor) sebesar 7,20%, SBR008 memiliki tenor 2 (dua) tahun dengan pemesanan minimal Rp 1 juta. Proses pemesanan pembelian dapat dilakukan secara online melalui 4 tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi.

Saat ini masyarakat sudah semakin mudah dalam melakukan pembayaran SBR008 dan instrumen investasi Pemerintah lainnya dengan ditambahnya tiga kanal pembayaran baru yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai lembaga persepsi (Bukalapak, Tokopedia dan Finnet) sehingga total bank/pos/lembaga persepsi yang dapat melayani pembayaran pembelian SBR menjadi 86 perusahaan.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di SBR008 dapat segera melakukan registrasi dengan cara menghubungi Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online). Pada masa penawaran SBR008, terdapat 22 Mitra Distribusi yang terdiri dari 13 Bank, 4 Perusahaan Efek, 3 Perusahaan Efek Khusus (APERD Fintech), dan 2 Perusahaan Fintech Peer-to-Peer Lending.

 

Informasi lebih lanjut:

Direktorat Surat Utang Negara
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
email: surat.utang.negara@kemenkeu.go.id
Landing Page SBR: www.kemenkeu.go.id/sbr
Telp. (021) 3810175 Fax. (021) 3846516

File Terlampir
Displaying 1-1 of 1 result.

Saving In Style, Secantik Batik

Keterangan Pers Pembukaan Masa Penawaran SBR008

Posted by Surat Utang Negara on Sep 05,2019 16:48:34