Diresmikan Presiden, Jembatan Youtefa dibangun Melalui Sukuk Negara

Jakarta, 29/10/2019 DJPPR - Jembatan Youtefa di Teluk Youtefa, Provinsi Papua dibiayai dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Negara sebesar Rp1,3 triliun dan dilengkapi dengan kontribusi dana APBD Pemerintah Daerah Provinsi Papua dan Kota Jayapura sebesar Rp500 miliar.  Pembiayaan dari SBSN tersebut dilaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) mulai Tahun Anggaran (TA) 2015 s.d TA 2019. 

Dikutip dari rilis resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), jembatan ini menghubungkan Holtekamp dengan Hamadi dengan panjang rentang jembatan 1332 meter (732 meter jembatan dan 600 meter pile slab), serta jalan akses jembatan sepanjang 9950 meter, dengan lebar jalan 16 meter. 

Jembatan yang memiliki Tipe Jembatan Utama Pelengkung (Continous Steel Arch Bridge) dan Pondasi Jembatan Utama Bored Pile ini dapat mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jayapura ke perbatasan Skouw (perbatasan dengan Papua Nugini) dari 2,5 jam menjadi 1 jam. Hal tersebut dapat mendukung peningkatan mobilitas sumber daya ekonomi. Selain menjadi sarana perhubungan yang memberikan keuntungan logistik, jembatan ini juga dijadikan obyek wisata oleh warga sekitar. 

Pembangunan Jembatan Youtefa merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat yaitu Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR berperan dalam pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 400 meter, konstruksi jembatan pendekat sisi Hamadi-Holtekamp sepanjang 93 meter (sisi Hamadi 33 meter, sisi Holtekamp 60 meter), dan Jalan Pendekat Jembatan sisi Hamadi-Holtekamp sepanjang 9950 meter. Sementara itu Pemerintah Provinsi Papua berperan dalam pembangunan jembatan pendekat sisi holtekamp beserta pile slab sepanjang 840 meter. Sedangkan Pemerintah Kota Jayapura berkontribusi dalam pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter. Adapun pelaksanaan pembangunan jembatan ini dilakukan oleh BUMN Karya, yaitu konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya.

Dua Bentang tengah Jembatan Youtefa ini dikirim menggunakan kapal laut dengan menempuh perjalanan sejauh 3.200 kilometer dalam waktu 19 hari. Pemasangan bentang pertama dilakukan pada 21 Februari 2018 sedangkan bentang kedua dipasang pada 15 Maret 2018 dengan waktu pemasangan kurang lebih 6 jam. 

Atas inovasi ini, Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan dua penghargaan yaitu Pengiriman Rangka Baja Pelengkung Bagian Tengah secara utuh dengan jarak terjauh dan Pengangkatan Rangka baja jembatan dalam keadaan untuh terpanjang.

Posted by Andi Abdurrochim on Oct 29,2019 14:27:37