Dirjen PPR Resmikan Penanda Aset SBSN Gedung Laboratorium Kesehatan Terintegrasi Universitas Pendidikan Ganesha

Jakarta, 27 November 2021 – Pada Jumat, 26 November 2021, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, didampingi Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak, Direktur Pembiayaan Syariah, Sekretaris DJKN, Kepala Kanwil DJPB Provinsi Bali dan Kepala Kanwil DJP Provinsi Bali melakukan inspeksi pembangunan 10 titik jalan tembus Mengwitani - Singaraja, Bali. Kegiatan ini meruapakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja Pimpinan Kementerian Keuangan di Provinsi Bali 25-26 November 2021.

Pembangunan Jalan Baru Bts. Kota Megwitani - Singaraja yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Multi Years Contract (MYC) senilai Rp308,15 miliar ini dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas, dukungan logistik, pemerataan pembangunan di Bali Utara serta mendukung pariwisata nasional. Pembangunan jalan baru ini akan mengurangi waktu tempuh dari kota Denpasar (PKN) menuju kota Singaraja (PKW) dan memperbaiki geometrik titik blackspot pada ruas jalan Mengwitani Singaraja, sehingga meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman menyampaikan apresiasi atas pembangunan jalan baru ini.

“Banyaknya tikungan yang berkurang serta jalan yang semakin landai dengan dibangunnya proyek ini, semoga dapat memudahkan akses serta mempersingkat waktu tempuh dari Bali Utara ke Bali Selatan dan sebaliknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan perekonomian di wilayah Bali Utara akan tumbuh semakin cepat”, ujar Dirjen PPR dalam sambutannya.

Agenda pada tanggal 26 November 2021 dilanjutkan dengan soft launching pembangunan proyek SBSN Gedung Laboratorium Kesehatan Terintegrasi, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Salah satu proyek SBSN di sektor pendidikan ini  pembiayaannya dilakukan secara Single Year Contract (SYC) tahun 2021 dengan total alokasi yang digunakan sebesar Rp99,94 miliar. Pembangunan Laboratorium ini merupakan perwujudan dari komitmen yang kuat dari Pemerintah untuk pembangunan Sumber Daya Manusia melalui sektor pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. dalam sambutannya sebelum prosesi soft launching.

Dirjen PPR, Luky Alfirman juga berkesempatan memberikan Kuliah Umum dengan tema “Dinamika Perekonomian dan Respons Kebijakan di Masa Pandemi” di depan 50 akademisi yang hadir di Auditorium Undiksha dan 500 mahasiswa Undiksha yang hadir secara virtual.

“Saat ini Indonesia sedang berada dalam situasi yang luar biasa seperti halnya negara-negara lain di Dunia, ketidak pastina global sangat tinggi, ancaman dari pandemi kepada sektor Kesehatan, ekonomi dan sosial sangat besar. Tentu hal ini tidak bisa diselesaikan dengan kebijakan yang biasa-biasa saja. Perlu adanya kebijakan luar biasa. Salah satunya adalah terbitnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020, yang memperbolehkan defisit melebihi 3%. Untuk apa, tentu saja untuk mengimbangi belanja yang meningkat karena pandemi, seperti penyediaan vaksin, insentif nakes, bantuan sosial, penyediaan fasilitas Kesehatan dll. Butuh adanya pembiayaan karena pada masa pandemi seperti sekarang ini kegiatan usaha lesu, aktivitas ekonomi berkurang yang menyebabkan penerimaan pajak anjlok’, jelas Dirjen PPR.

Pada akhir pemaparannya, Dirjen PPR mengajak seluruh civitas akademika Undiksha untuk membuka mata dan hati agar bisa lebih lebar memandang permasalahan yang ada saat ini. Perlu adanya sinergi dan peran serta semua pihak, termasuk akademisi, agar kondisi pandemi ini segera mereda dan ekonomi segera pulih kembali.

Posted by Andi Abdurrochim on Nov 27,2021 22:05:22